Wednesday, June 5, 2019

The Blogger Killer

      0 Comments   
Eh, hai, halo gaes. Uhum.
*ceritanya gua canggung

Tapi dipikir-pikir, sok-sok bercanda setelah ga posting sekian lama, itu udah bisa masuk kategori sok asik juga ya.

Jadi gini gaes, sebenernya materinya udah ada dari lama, tapikan gua udah lama ga posting, nah, enaknya ketika gua kembali posting, gua memulai dengan kata maaf dong.
Kebetulan ini lebaran.
Momennya tepat.
Maka dari itu, izinkan saya dengan segala kerendahan hati, meminta maaf sebesar-besarnya pada pembaca setia yang udah bolak-balik tapi postingan di blog ini ga nambah-nambah.

Ada beberapa faktor yang bikin gua jarang update.
Coba kita bahas satu persatu.

Pertama-tama menurut gua blog modelan kayak gua gini, yang bukan berisi tentang informasi, atau tipe tulisan yang menjabarkan (how to), yang isinya hanya thought of my mind, ide, curhat, itu udah ga sexy lagi.

Apa ya istilahnya, pergeseran.
Gua coba gambarin ya, tapi dengan tulisan. (Loh?)

Namanya trend, pasti berganti.
Inget jaman gesper black id, pro shop, itu adalah barang terkeren yang dipunya anak muda?
Sekarang anak muda yang dulunya bangga pake gesper itu, mungkin anaknya udah dua atau tiga.
Dan anak mereka sekarang bangganya kalo pake gesper gucci, supreme atau zara.

Itu menurut gua tentang pergeseran, faktor lainnya yang jadi pembunuh blog adalah bbm.

Mungkin keliatan agak ga nyambung, tapi coba kita jabarin secara perlahan.
Kita adalah apa yang biasa kita lakukan.
Kalo kita sering nulis, kita penulis.
Kalo kita sering mendevelop komedi, kita komedian.
Kalo kita sering bikin musik, bikin lagu, kita musisi.

Nah, ingatkah kita apa yang bbm lakukan terhadap akses kita ke internet?
Mereka membedakan paket social networking dengan paket browsing.
Jadi kalo kita mau bisa akses social network dan browser, kita dikenakan biaya hampir dua kali lipat.
Berapa dari kita yang mampu setiap bulannya membayar paket full service tersebut?
Karena tidak banyak, banyak dari kita yang hanya mampu mengakses paket social networking tanpa bisa browsing.

Bbm, Twitter, facebook, instagram (khusus instagram belum sepopuler sekarang.) kita berkutat di media yang itu-itu saja. Lalu lama-lama, jadi terbiasa.

Mulai nyambung gak? Lanjut ya..

Faktor lainnya, thread di twitter.
Entah kenapa ada ego gua sebagai penulis yang merasa sedikit terganggu dengan maraknya thread di twitter.
Yang berguna, tentu saja banyak.
Yang tidak terlalu penting, jauh lebih banyak lagi.

Dengan begitu terbukanya kesempatan dalam memberi dan mengakses informasi, kenapa banyak orang memilih untuk membuat thread-thread yang sebenarnya kalau mereka simpan untuk mereka sendiri, dunia tidak dalam bahaya.
Justru dengan ikhlas, mereka bersembunyi di balik akun anonim, meluangkan waktu, untuk mendapat perhatian.

Perhatian itu adiktif, cara kerjanya sedikit banyak sama seperti narkoba.
Hari ini tidak ada yang perhatian sama kita.
Besok ada satu orang yang perhatian, kita jadi senang.
Lalu esoknya lagi, tambah dosis perhatiannya, makin senang.
Esoknya lagi tambah lagi, makin senang lagi.
Hingga setelah begitu banyak perhatian yang datang dan sulit untuk bertambah lagi, ia akan mencari cara bagaimana supaya dapat perhatian yang lebih dan lebih lagi.

Akhirnya tidak sedikit yang membuat thread di twitter dengan menjatuhkan orang lain. Oh, tentu kita semua akan berkumpul di situ. Betapa kita ini hina, suka sekali melihat orang lain melakukan kesalahan.
Terjadi perdebatan, reaksi yang berlebihan dan komentar yang beragam, sesuatu yang begitu di nanti oleh si pencari perhatian. Sisanya, hanya korban.
Apa tidak lebih baik energi yang digunakan, dialihkan untuk bermasyarakat, bertetangga, melakukan hal yang berhubungan dengan kemanusiaan, membantu teman, sesuatu yang tidak syarat akan pujian, tapi seperti itulah kehidupan.

Lebih dari itu yang bikin gua sedih, mereka melakukan pergeseran esensi dari penulisan.

Harus ada penulis yang melawan.

Maka dari itu kawan, gua punya harapan, semoga bisa menularkan semangat penulisan, ayo kita bikin gerakan.
Satu tulisan untuk satu bulan.
Satu tulisan untuk satu pekan.
Atau seberapa sanggupnya kalian.
Gua akan mulai dari diri gua.
Satu tulisan untuk satu pekan.
Nanti kalo kalian mau gabung, colek-colek gua ya, biar bisa bahu-membahu, siapa tahu kita bisa menaikan kualitas dunia penulisan.

Kabar baiknya adalah, jika ada yang namanya pergeseran, ada juga yang namanya lingkaran.

Pernah tahu tamiya? Pernah memainkan? Pernah kehilangan? Tamiya memang musiman, tapi tamiya tidak pernah benar-benar musnah. Di dalam perputaran, ada masanya tamiya kalah, tapi seperti itulah lingkaran, tamiya akan tetap kembali mendapat peran.

0 komentar:

Post a Comment

Copyright © Fico Belajar Cool is designed by Fahri Prahira