Saturday, September 30, 2017

Untuk yang Terindah, yang Pernah Mampir

      8 Comments   
Kita selalu mencari tentang apa yang tidak kita dapat. Hingga seringkali lupa dengan apa yang sudah kita punya. Teman, keluarga, lingkungan, skill, pacar, saudara, kekayaan, karier, cinta, harapan, tawa, kebebasan, kesehatan, ketenangan, keunikan. Ada hal-hal yang kita punya, ada hal-hal yang kita inginkan. Dan seringkali kita tidak begitu adil dalam bersikap. Kepedulian kita hanya bertumpu dengan apa-apa yang kita inginkan. Terkadang saya berpikir, bagaimana damainya hidup dalam penerimaan. Menerima segala pemberian Tuhan lalu memaklumi segala yang tidak kita dapatkan karna memang dunia ini adil, adil karna dunia tidak adil pada semua orang. Terdengar cukup adil. Bukan, bukan berhenti berusaha, tentu semua yang kita dapatkan, mampu kita miliki karna usaha, lebih pada tahu kapan harus berhenti dan menyadari bahwa banyak hal yang harus dibenahi dibanding fokus dengan hal yang mungkin digariskan memang bukan untuk kita. Saya mau dan saya ingin, menerima dengan lapang dan melepas dengan ikhlas. Mencintai tanpa tapi dan menyayangi tanpa ragu. Melihat dengan mata, lalu mencerna dengan logika. Saya ingin diri saya tahu, bahwa bukan dia orangnya, yang pertama akan saya lihat saat nanti saya membuka mata. Bukan dia orangnya, yang harus saya jaga dengan segenap hati saya. Bukan juga dia orangnya, yang harus kenangan indahnya saya ganti dengan luka. Hanya menjadi seperti orang-orang lain, yang biasa dalam hidup saya. Saya ingin diri saya menyadari, bahwa tidak setiap yang mampir harus menjadi selalu special. Mereka pernah dan sudah tidak. Saya harus selesai dengan kebohongan yang membahagiakan. Saya harus belajar kembali untuk terbiasa dengan realita yang menyakitkan. Bagaimanapun itu lebih nyata, tidak terlalu semu, juga lebih ada ujungnya. Saya harus pahami, juga kasihani diri. Bahwa kita terlalu berharga untuk sekedar menjadi alas. Saya harus malu dengan sperma lain yang rebutan posisi dengan sperma yang akhirnya menjadi saya. Bagaimanapun saya adalah sperma terbaik yang berhasil menempati posisi saya. Saya harus belajar juga bahwa tidak cinta bukan selalu tentang benci. Itu bisa dipelajari setelah saya menghilangkan cintanya nanti. Hal yang sulit memang, namun harus saya biasakan. Untuk kamu yang membaca ini dan tahu bahwa ini untuk dirimu, saya persilahkan dengan keikhlasan yang saya usahakan, untuk melanjutkan kisah-kisahmu. Cerita hidupmu yang belum selesai. Andaikata ada waktu untuk kita berjumpa, saya tidak akan meneror dengan pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya hanya kebohongan. Mungkin saya akan gunakan kesempatan itu, untuk menatap jauh ke dalam matamu, dan menyesali kenapa saya tidak menjadi yang terbaik. Saya berhak bersedih, saya akan kehilangan cinta dalam hidup saya. Jangan larang saya menangis, saya terbiasa mandiri. Saya bisa memasak mie instan sejak umur 4 thn, sejak duduk di TK 0 kecil. Jangan mengasihani saya, maaf saya kurang terlalu membutuhkannya. Saya terpisah dari abang kandung saya, saat saya sedang membutuhkan panutan untuk hidup. Saya kehilangan ibu saya karna perceraian kedua orang tua saat saya remaja, kelas 2 smp. Saya pernah ditinggal teman-teman saya. Seringkali kehilangan cinta. Semua itu saya lalui sendiri, sekarang, saat kamu akan meninggalkan saya, saya sudah siap dengan itu. Saya sudah paham betul bahwa manusia tidak berhak atas kebebasan manusia lain sebelum adanya ikatan yang sah. Saya membebaskan kamu, yang saya minta hanya satu. Jangan berlagak seolah kamu adalah pahlawan atas diri saya, untuk hidup saya. Jangan bertingkah seakan kamu yang dapat membantu menyembuhkan luka, padahal luka itu kamu yang membuat. Jangan berlaku seakan saya menyalahkan kamu, saya tidak meminta apapun dari kamu kecuali kebahagiaan kamu. Bahagiakan dirimu, dengannya. Kamu pantas bahagia setelah apa yang telah kamu lewati. Kamu berhak bahagia dengan atau tanpa saya. Juga seperti sebelumnya, saya tersingkir dan tersungkur. Tapi saya selalu punya cara untuk menyembuhkan diri. Saya punya teman, pekerjaan, kemampuan, keluarga, yang akan hilang dari saya hanya cinta pada kamu. Yang tidak lagi akan saya terima dalam hari-hari saya adalah cinta dari kamu. Tidak, saya tidak akan menuntut lebih pada Tuhan, karna pada saat ini, cinta yang saya dapat sudah melebihi cinta yang saya pinta. Saya berhak merasakan derita, setiap manusia harus. Jangan khawatir, saya tahu betul kapan saya harus bangkit. Saya tahu dan sedikit mengerti bahwa hidup adalah tentang serangkaian pilihan. Dan rangkaian pilihan-pilihan dalam hidup kita mempertemukan saya dan kamu. Kita bisa memilih untuk bersama, namun kemudian kamu memilih tidak. Saya bisa memilih untuk menunggumu, pilihan yang sangat menggoda. Tapi saya percaya bahwa kunci dalam hubungan adalah rasa penghargaan dari kedua belah pihak, pilihanmu rasa-rasanya kurang menghargai saya. Entah, dengan yakinnya diri saya setelah menulis tentang ini, apakah tidak akan saya kembali padamu lagi, rasa menginginkanmu selalu datang lagi dan lagi. Kamu adalah adiktif yang paling candu. Saya tidak mengingkarinya. Saya yakin cara untuk berdamai adalah dengan mengakui dan menyadari keadaannya. Tapi setiap sakit ada obatnya. Tiap luka ada sembuhnya. Tiap patah ada tumbuhnya. Di tiap tutup juga ada bukaan baru. Juga ada rehabilitasi untuk setiap candu. Menemukan berarti banyak, kehilangan berarti sedikit. Kedatangan berarti banyak, kepergian berarti sedikit. Tidak ada yang baik jika terlalu banyak atau sedikit. Porsi sesuai yang selalu kita cari. Setiap orang yang saya temui memiliki perbedaan dan ciri tersendiri. Saat ini yang memenuhi kepala saya adalah segala aspek dan ciri-ciri tentang kamu. Sebagai perpisahan, saya pamit dengan cara yang baik. Agar tidak malu saat nanti jumpa kembali. Tulisan ini akan selalu mengingatkan saya tentang kamu. Saya akan membaca ini jika saya rasa rongga di dada saya menyebabkan sesak. Saya baca kembali untuk menyadarkan saya bahwa kamu bukan orang yang pantas menyakiti saya. Hanya orang jahat yang boleh menyakiti, kamu bukan. kamu baik. Selalu baik untuk saya. Baik untuk dikenang, juga pemicu saya agar tidak berhenti berjuang. Berjuang menjadi pribadi, menjadi orang, menjadi manusia yang lebih bijaksana memaknai apa-apa yang terjadi dalam hidup. Kamu bukan musuh saya, tidak akan pernah. Kamu adalah orang yang pernah saya gantungkan kebahagiaan saya pada kamu. Kamu juga yang menyadarkan saya bahwa manusia, tidak boleh bergantung pada manusia lainnya. Setidaknya bila kita tidak bersama, kita pernah sama-sama. Setidaknya salah satu dari kita ada yang bahagia. Setidaknya saya berusaha membuatmu merasa berharga. Sekarang, saya akan membuat hidup saya juga berharga. Sampai jumpa.

Wednesday, September 13, 2017

Gambaran

      4 Comments   
Dia sangat mengganggumu. Berisik, menanyakan kabar, keadaan, memohon sayang, memelas rindu. Dia tidak membebaskanmu. Tidak membiarkanmu bersenang- senang terlalu larut Kamu tidak suka caranya memperhatikanmu. Berlebihan Dengarlah, bahwa dia yang begitu adalah dia yang tak kau temukan lagi bagian darinya dalam diri orang manapun. Dia yang mencintaimu tanpa tapi. Dia melawan dunianya untuk tetap didekatmu. Dia bersikeras memperjuangkan kamu. Dia yang menolongmu bahkan tanpa kamu minta. Dia yang seperti itu, tidak akan tega memaksamu, hanya jika kamu sudah siap kehilangannya, katakan Maka dia yang seperti itu pasti pergi. Dia yang seperti itu selalu pergi tanpa penjelasan. Dia yang seperti itu punya kepercayaan bahwa sesuatu bagus dibuktikan dibanding dibicarakan. Dia yang jika kamu menutup kesempatannya, akan diam lalu mundur pelan-pelan. Dia yang akan hilang dan belajar mencintai lagi diluar. Dia yang sudah pandai mengikhlaskan sejak masih denganmu. Dia yang mau belajar mengerti orang bukan mengedepankan ego. Dia yang seperti itulah yang akan hilang darimu. Dia yang akhirnya sadar, perjuangannya tidak diinginkan. Lalu saat datang rasanya rindu bagimu untuk diperlakukan sebagaimana dia memperlakukan kamu. Dia sudah bersama yang lain. Kamu melihat dari jauh, bagaimana seharusnya perlakuan itu hanya untuk kamu. Kamu menginginkannya lagi, namun bahkan bila kamu benar mendapatkannya lagi. Rasanya tidak akan pernah sama. Dia yang seperti itu memang hebat. Meski tau hatinya bukan lagi untukmu. Dia yang itu tetap mencoba membaginya dengan kamu. Dia yang seperti itu, yang tak ingin kamu kecewa, meski tau dia harus berkorban rasa. Karna di dalam dia, sudah ada nama lainnya. Tak apa baginya. Karna dia selalu tentang kamu. Apapun dan bagaimanapun kamu. Ttd. Aku.

Friday, May 12, 2017

sebuah cerita tentang bagaimana rasanya mendapat kepercayaan.

      5 Comments   
Saya dan team, mendapat kepercayaan untuk membawakan acara di trans tv, acara sederhana yang menyenangkan yang mengusung tema kos-kosan. Selain saya, disana juga ada Gita Bebhita, Sadana Agung, Bang Pen, Awwe, Rigen, Arya dan teman-teman lain. Acara ini bertajuk tentang video-video viral yang tayang ditengah situasi komedi yang kita bangun. Saya sangat senang dengan suasana kerjanya, dengan orang-orang disekitarnya, terutama saya senang sekali mendapat kepercayaan untuk menimba ilmu di trans tv. Ini bagus untuk perkembangan diri saya, saya jadi belajar bagaimana mengisi kekosongan saat acara berjalan, saya jadi belajar untuk berpikir dengan cepat, celetukan apa yang harus saya keluarkan dengan situasi yang tak terduga. Saya bisa saja belajar dengan menjadi bintang tamu di beberapa program, tapi itu tidak berkelanjutan, sementara trans tv, memberi kesempatan untuk terus menerus belajar, ketika kami kurang maksimal dalam satu hari, ada hari berikutnya untuk kami memperbaiki kekurangan kami, sehingga saya yakin, kos-kosan meme akan menjadi sesuatu, pada saatnya nanti. Yang saya yakini adalah, bahwa saya bukan orang paling lucu yang trans tv punya, bahwa saya bukan bintang yang paling gemilang, bahwa saya bukan satu-satunya orang yang mau dan bisa membawakan acara tersebut. Satu hal, saya adalah orang yang paling mau belajar dan beradaptasi. Saya akan berusaha keras menjaga kepercayaan yang trans tv berikan, saya tidak akan mengecewakan. Terimakasih sudah mau membaca tulisan ini sampai akhir, terimakasih sudah mau menjadi saksi apa yang saya ikrarkan untuk trans tv, sekarang, maukah anda melihat proses pertumbuhan kami, menjadi bagian dari sesuatu yang saya percayai akan menjadi besar suatu saat nanti? Tunggu kami, setiap sabtu-minggu jam enam sore, hanya di trans tv.

Copyright © Fico Belajar Cool is designed by Fahri Prahira