Friday, December 16, 2016

Kini

      16 Comments   
Siapa disini yang latahan?
Gue!
Jawab gue sehabis bertanya.

Gue latahan banget orangnya, merasa harus punya role model, siapa yang keren, harus gue saingi.

Padahal ternyata hidup mah gak gitu.

Misal gue anggap, raditya dika keren, harus gue saingi, pandji keren, harus gue saingi, ernest keren, harus gue saingi.

Padahal mah gak gitu.

Raditya dika keren dengan caranya, Pandji keren dengan caranya, Ernest keren dengan caranya. Mereka keren dengan caranya masing-masing.

Dulu gue suka sama aliran comedynya radit, kemudian beranjak dewasa, kayaknya pandji lebih classy. Si ernest juga cara-cara dia membranding, patut diikutin.

Kemudian gue bingung, hidup tuh harus apa.

Pas lagi bingung, tiba-tiba kenal ayah pidi baiq, anjir ada lagi yang keren.

Lalu jovi dovi booming, anjir, keren.

Kemudian ada yong lex, anjir keren.

Abis itu ada awkarin, tai, biasa aja.

Gue gonta-ganti cara pandang gue terhadap hidup, tergantung dengan siapa gue abis ngobrol.

Padahal orang ngobrol sama kita mah ya yang baik-baik memang yang keluar.

Kecuali kalo lagi ngomongin orang yang gak ada disitu. Ups. Haha. Ghibah enak banget ya Allah.

Anjir, gue bingung nih tulisan mau dibawa kemana.

Kayak banyak yang mau gue omongin, tapi mulai darimana.

Intinya sih gini, gue karna dulunya terlalu banyak mendapat justifikasi yang jelek tentang hidup gue, padahal gue have fun jalaninnya, gue jadi mencari-cari apa yang harus diubah.

Padahal, ya selama kita have fun, berarti gak ada yang salah.

Masalahnya untuk mengenal diri kita lebih jauh dan mengetahui apa yang kita suka, itu gak gampang, gak bisa dengan cara merem bentar, terus ngomong dalem hati, woy, elu siapa?
Gak ada jawabannya boy.
Ada sih, okelah, taro jawabannya fico, ya fico ini siapa? Apa yang gue tau tentang fico? Gue aja gak bisa liat pipi gue tanpa cermin. Gak selalu yang deket itu saling tau satu sama lain. Mata sama pipi deket banget padahal.

Akhir-akhir ini juga gue banyak mikirin tentang game-game yang diciptakan manusia. Apakah game tersebut memang di design seperti hidup, atau hidup ini juga memang sebuah game?

Karna banyak sekali hal yang mirip, kadang kita harus nunggu, kadang harus naik level, untuk naik level, kadang butuh sesuatu yang harus dicari dengan usaha lebih. Kadang stuck. Kadang dapet bonus.

Menurut gue sih ini tulisan pertama gue yang jujur, kenapa bisa gue cap gini? Karna gue gak peduli respon kalian habis baca ini mau gimana, gue memang lagi bingung pas nulis.

Lu boleh periksa postingan-postingan gue sebelum ini, yang galau-galau, yang banyak komentarnya, "gokil bang, tulisan lo jujur abis."
"Gokil, terasa banget kejujurannya."
Tai!
Haha.
Gue nulis itu ya dirangkai, memang biar dibilang keren. Gimana sih. Gampang banget ketipu pada.

Intinya? Ya gak ada sih. Gue mau tau aja respon orang abis baca ini apa.

Karna melakukan hal yang biasa gue lakukan, akan sama saja efeknya terhadap gue. Bikin postingan keren ya dipuji, lucu, ya diketawain, menye-menye ya disamber alay. Ini postingan model apa? Belum tau.


Haha, tapi gue seneng nulisnya, dan selagi gue seneng, ya gak ada yang salah.

Sunday, October 9, 2016

Stand Up Comedy, Jauh dari Sekedar Bisa Melucu

      9 Comments   
Seorang teman berkata, "lu harus ajarin gue stand up." Seringkali dalam satu diskusi, dimana lawan bicara banyak bertanya, justru kita semakin memiliki pandangan yang luas. Menurut saya, itu karna ketika dia bertanya, otak kita dipaksa untuk membangkitkan semua memori, tentang hal yang menjadi pembahasan. Saya senang, bagaimana detail-detail kecil bisa terangkat, akibat rangsangan satu pembicaraan. Ceritanya begini, sepulang bermain bola, bersama kabigol fc, dimana isinya banyak comic dan selebritas dari berbagai kalangan, entah social media maupun media tv, saya mengajak seorang teman bernama jempoy. Dan ia kagum dengan pergaulan kami. Bagaimana kami saling bercanda, bercerita, bermain bola. Semua jauh dari yang ia lihat di media. Jempoy langsung memiliki keinginan untuk masuk juga ke lingkungan itu, saya tahu betul bagaimana orang yang bertemu dengan lingkungan baru, yang jauh lebih seru dari lingkungan dia sebelumnya. Tadinya dia kerja apartement, jadi ob. Dari jam 8-5. Setiap hari, kecuali kamis. Sampai di kantor, absen, bersih-bersih, satu jam cukup, kemudian bengong sampai jam makan siang. Bersih-bersih lagi, bengong lagi sampai jam pulang. Sudah empat tahun. Dan keputusannya untuk belajar standup, adalah tanpa pertimbangan, melainkan hanya panggilan. Disini saya melihat dua kemungkinan, bisa berhasil, bisa gagal. Namun saya tidak ingin mematahkan semangat seseorang, sayapun tahu bagaimana rasanya tidak dipercaya, kemudian saya bertanya, "Buku apaan yang sering lu baca?" "Kok stand up ke buku?" "Ya gimanapun, stand up itu basicnya nulis, dan orang gak akan bisa nulis bagus kalo dia gak banyak baca." "Umm, ya lu tau gue gimana sama buku." "Oke, mulai sekarang ubah. Lu udah tau gimana gue sama buku, dan gimana kehidupan gue jadinya." "Mulai darimana?" "Dikamar gue ada ratusan buku, pilih aja yang lu mau. Baca dirumah. Targetin mau berapa buku yang lu baca sebulan. Gini ya, gue tau, ada beberapa jenis orang, ada yang sukanya membaca, mendengar dan melihat. Tapi karna pilihan lu maunya stand up, elu gak cukup dengerin orang, gak akan cukup juga hanya dengan melihat. Elu harus baca. Harus banget." "Masa? Masalahnya gini, gue kemarin naik panggung rt, pas 17an, disana gue pake pakean bencong, dan berperan jadi reva (sinetron anak jalanan) itu sukses berat. Gue berdua dipanggung, gue bikin mc satu lagi gak bisa ngomong. Dari masuk orang udah ketawa, ampe abis gue bikin orang yang nonton, mau kenal, gak kenal, itu ketawa semua. Udahannya gue disalamin banyak orang, terus pas ada panggung rw, gue lagi yang disuruh naik." Gue tersenyum mendengar cerita dia, bagaimana antusiasnya dia menceritakan pengalaman menaklukan panggung. Memang sangat seru. Gue pernah melakukan itu. Terakhir sebagai penutup, "Elu adalah saksi gimana gue dipanggung pertama openmic, elu juga tau gimana gak lucunya gue waktu itu. Elu tau semua cerita gue dari smp sampe sekarang, elu juga tau gue ngajak elu stand up dari empat tahun lalu, elu sendiri yang milih nyerah waktu pertama kali nyoba openmic, karna gak diperhatiin orang. Gimanapun, orang gak bisa dibilang gagal kalo belum nyerah. Elu gagal waktu itu. Dari kegagalan lu, selama empat tahun bengong di apartemen, elu pergunakan itu sebagai introspeksi, elu pergunakan kesuksesan gue sebagai motivasi. Yang lu ceritain ke gue, itu adalah mental panggung, bagaimana elu bersikap dipanggung. gue orang yang paling tau bahwa elu lucu, lebih lucu dari gue kalo ditongkrongan. Tapi stand up itu sendiri jauh dari sekadar lucu." "Gue kerumah ya, ambil buku. Ajarin gue." "Ayok, belajar bareng." :))

Thursday, May 12, 2016

Aku Mundur

      11 Comments   
Aku mundur, maaf atas kesalahanku. Kesalahanku mengartikan semua signal. Aku pikir ada kerlip bintang. Rupanya hanya satu kunang-kunang.
Aku pikir kau sudah menyerah akannya, ternyata masih memperjuangkan.
Aku pikir kau akan berlama-lama, ternyata hanya singgah.
Aku pikir Depok-Tangerang adalah rute ku, aku salah juga.
Aku pikir kau mencari kenyamanan lain dariku, nyatanya kau cuma sekadar menghilangkan jenuh.
Aku pikir kau menemukan sesuatu di dalamku yang tak kau temukan darinya, aku keliru, aku hanya membantu menyadarkanmu bahwa semua ini masih tentang dia.

Wednesday, May 11, 2016

Meninggalkan, Ditinggalkan atau Berkomitmen Untuk Terus bersama

      9 Comments   
1: Manakah yang ingin kamu pilih:
A. Meninggalkan
B. Ditinggalkan
C. Berkomitmen untuk terus bersama.

2: kenapa saya harus memilih?

1: supaya saya tahu, kamu orang yang bagaimana.

2: terlalu gampang.

1: bisa jelaskan dimana gampangnya?

2: ya, saya tinggal pilih jawaban terbaik. C.

1: tidak semua jawaban terbaik adalah pilihan terbaik. Yang seperti itu hanya ada dalam soal ppkn.

2: maksudnya?

1: semua pilihan punya kekurangan dan kelebihan masing-masing. Ini tidak seperti disekolah, yang kamu harus menjawab yang terbaik untuk selalu terlihat baik. Jawablah yang kau ingin jawab, agar kau lebih mengenal siapa dirimu.

2: Kelebihan? Kekurangan?

1: baiklah, akan saya jelaskan, meninggalkan. Jika kau memilih meninggalkan, kau akan merasa senang, karna egomu terpuaskan.
Jika kau memilih ditinggalkan, kau akan jadi lebih bijaksana.
Namun, berkomitmen untuk terus bersama, ini yang paling sulit.

2: bukankah itu terlihat paling menyenangkan?

1: tepat sekali! Tapi berkomitmen bukanlah hal yang manusiawi, kau harus melawan nafsu untuk tidak berpaling, kau harus menahan ego untuk tidak pergi saat ada masalah, dan kau akan lebih bijaksana dalam menimbang-nimbang dan mencari jalan tengah untuk kebaikan kalian, agar tetap bersama.

2: lalu jika jawaban saya, C tadi, itu benar dong?

1: bahkan jika A atau B, tetap tidak ada yang salah. Ya, kau benar menjawab C. Tapi sekarang dengan pemahaman yang berbeda.

Wednesday, April 20, 2016

Melepasmu tanpa tangisan

      8 Comments   
Aku menemukan diriku kembali, di sudut cermin, terduduk dipojok, penuh luka. Tahukah? Aku bahagia. Karna sebelumnya ku tak apa, tapi aku tak mempunyai diriku.
Sekarang, setelah bertemu, kurangkul ia, dengan sisa-sisa kekuatan paska pertempuran kemarin, saat aku hancur.
Darimanakah kekuatan itu? Ya, dari kamu. Kamu yang tak pernah tau seberapa besar arti senyummu untukku, kamu yang tak pernah tau, bahwa karnamu lagi aku berani untuk bertempur kembali.
Lalu apakah aku akan menyerah dalam pertempuran yang belum dimulai? Hanya karna ada satu lagi simalakama? Ketahuilah, jangankan simalakama, bahkan aku akan mendebat Tuhan jika sudah pasti kau bukan untukku. Katakanlah aku egois, memang. Aku berjuang untuk hal yang menurutku pantas diperjuangkan.
Aku bukan pemaksa yang hebat, lebih pecundang lagi saat harus menerima sesuatu yang bukan inginku. Maka dari itu, tolonglah, ajari aku untuk menerimamu, atau setidaknya melepasmu tanpa tangisan.

Tuesday, April 19, 2016

Hidup Denganmu

      5 Comments   
Aku tidak tahu akan seberapa panjang ini semua, makanya aku memilih untuk menikmati setiap momentnya. Aku tidak tahu akan seberapa panjang ini semua, makanya aku memilih, untuk bersabar menunggumu melucuti semua rahasiamu.
Aku tidak tahu akan seberapa panjang ini semua, makanya aku memilih, untuk mendayu-dayu, tak langsung meregukmu.
Aku tidak tahu akan seberapa panjang ini semua, tapi jika kau tanya, aku ingin ini lebih lama dari semuanya, lantas jika kau tanya, apa yang sebenarnya kuinginkan? Aku hanya ingin hidup. Denganmu.

Sunday, March 27, 2016

Tips jalan-jalan anti boring

      5 Comments   
Gue biasa pergi-pergian kemana-mana, masalahnya pas masih kecil gue gak kemana-mana. Jadi kalo sekarang mau kemana-mana, suka gak tau jalan, untung ada internet.
Suka bingung sama orang dulu yang apal-apal banget jalan, anak sekarang mah, ketergantungan, termasuk gue.

Gue biasanya pake google maps, pernah waktu itu mau ke Bandung, modal nekat, sama temen-temen, gak ada yang tau jalan, modal google doang.
Awalnya semua biasa saja, sampe di tengah jalan, paket gue mati dan internet gue gak bisa dipake lagi. Bingung kan gue, "kenapa nih?" Dalem hati. Akhirnya gue ketemu problemnya, paket internet gue abis, jadi akses googlenya pake pulsa regular. Sampe 0 banget. Gak disisain dikit juga. -_-

Padahal sebelumnya gue masih punya banyak deh kuota, orang gue beli 150.000an belom juga seminggu dipake.
Kapok banget, gue jadi bad trip. Nyasar sampe ke garut. -_-

Kayak gini nih, ketidak jelasan provider gini yang bikin gak nyaman, mau liburan biar happy, malah jadi bete.
Sekarang kalo kemana-mana gue gak takut lagi, soalnya udah pake paket freedom combonya Indosat Ooredoo, nah gue disini pakenya yang L, itu rinciannya adalah double kuota 6 gb seharian dan nelpon sama smsan gratis ke semua pengguna Indosat! Gokil gak?! Harganya mahal banget ya? Nggak, cuma 99ribu.
Buat yang doyan nge-game, juga bisa tuh pake yang XXL, quotanya lebih banyak, jaringannya juga lebih stabil, pokoknya menyenangkan pake Indosat Ooredoo

Ada beberapa pilihan juga kok, mulai dari 59.000 - 199.000. Lu bisa internetan sampe gila, jalan kemana aja se-Indonesia tanpa takut kuota abis, bisa sms nanya alamat, dan nelpon gratis kalo masih bingung cari jalan.
Udahlah, yuk pake paket #FreedomCombo dari Indosat Ooredoo, untuk lebih jelasnya, bisa kesini http://goo.gl/dsK78b

Monday, January 4, 2016

Godzilla burger challenge

      13 Comments   


Wey! Balik lagi, sesuai janji gue di Instagram, gue mau post cerita gue ikut challenge di Dino Steak.




Dimulai dari review yang bagus, gue di undang sama Dino untuk bebas pesen, kemudian gue laper mata. Dan itu adalah awal mula dari segala kesalahan gue.

Menunya enak-enak banget! Gue memulai dengan dessert, supaya anti mainstream,

1. Volcano Lava Cake







Keliatan yah, betapa bahagianya gue makan dessert yang didalemnya ada coklat lava yang lumer dimulut. Pertama kalinya yang gak gue sangka dan kalian pasti gak akan nyangka kalau ternyata dessert ini tuh panas. Bener-bener serasa di volcano dan lava coklatnya keluar dari perut volcano dan gue tenggelam dalam sensasi rasa Volcano Lava Cake ini. Nama menu inisangat menginterpretasikan bentuk dan rasa! Yang jelas ini namanya… Pecah!




2. Dino Eye Steak dan Sirloin Steak.













2 menu yang cukup diandalkan Dino.

Dino Eye Steak itu di tengah dagingnya yang grilled, ada telur mata sapinya gitu, bikin jadi kayak mata beneran.
Terus lagi gue mesen Sirloin Steak yang di grill dengan tingkat kematangan medium rare kesukaan gue.

Medium rare itu setengah matang jadi dalamnya masih agakmerah dan gue sih doyan pisan kayak begini.

Dengan berbagai macam sauce yang di miliki Dino yang udah gue jelasin di blog gue sebelumnya, gue memutuskan untuk memakai Mushroom Sauce.

Pecah juga, berantakan banget. Semuanya sesuai dengan yang gue mau. Tingkat kematangan, rasa dan dagingnya. Emang jagoan deh Dino. Gak nyesel gue tinggal di Depok ada tempat makan steak beneran murah gini.






Oke masalahnya ini yang gak masuk perhitungan gue. Setelah semua yang sudah gue lewati, gue lupa, tujuan gue ke dino adalah untuk menaklukan Godzilla Burger Challenge. Bayangin aja Godzilla Burger terdapat 1,5 kg daging yang di susun secara 5 tingkat itu gak boong sih gue, emang gede dan di setiap tingkatannya di kasih salada dan keju + kentang dan onion ring. Dan lo harus abisin dalam waktu 30 menit. Wew! Dan inilah ekspresi kekenyangan gue.















Gue nyerah di menit ke-14. Karna salah strategi. Gak jadi dapet gratis deh gue. Hahaha. Tapi gue masih punya keyakinan kalo kapan-kapan gue pasti bisa naklukin, Godzilla Burger Challenge. Suatu saat gue akan balik lagi ke dino dengan perut kosong. Penasaran banget masa gue gak bisa ngabisin? Liatin aja, gue pasti bisa menaklukan Godzilla Burger itu hahaha.






See ya! :D

Copyright © Fico Belajar Cool is designed by Fahri Prahira