Tuesday, December 30, 2014

Because we must fight back!

      16 Comments   
Aku terus berjalan dengan senyum merekah, aku tidak tahu apa yang akan menghadang di depan, yang aku tahu, saat aku menoleh ke belakang, januari sudah jauh tertinggal.

Ah.. 2014, tahun yang penuh kebahagiaan, aku sampai lupa kapan air mata ku menitik terakhir kali, oiya, saat itu bulan september, aku berada di puncak merbabu dengan sunset tersaji di depan mata. Dan pasti itu bukan tangis kesedihan, itu adalah tangis kepuasan, pujian akan indahnya alam.

2014, tahun terproduktifku sejauh aku hidup, 1 judul sinetron, 1 judul buku, 1 tournament futsal, 5 judul film, puluhan kota stand up, puluhan judul post di blog, wrong way tour, dan banyak lagi, aku menjadi pemikir dan pekerja keras di tahun ini.

Aku bangga akan diriku sendiri, dan tahukah kamu betapa senangnya? Tak terhitung. Kamu pikir aku berlebihan? Cobalah menjadi aku, dan rasakan betapa pahitnya perasaan menjadi orang yang tersisih, aku adalah orang yang disisihkan, dianggap nakal oleh semua orang dewasa, dianggap merusak nama baik orang tua, bukan hanya itu, bahkan aku punya yang lebih sakit, aku tidak dianggap.

Sekarang dengan bangkitnya aku, aku bisa berkata dengan lantang pada dunia, pada semua orang yang memandang remeh, pada semua yang menganggapku kecil, "aku punya cara yang berbeda".

Kenapa caraku harus sama dengan cara mereka? Sementara aku merasa lebih baik di jalan ini.

Jika ditanya, apakah tulisan ini mengandung dendam? Apakah tulisan ini berapi-api? Maka jawabannya adalah, ya. Kenapa?

Karna tulisan ini ada berkat perjuangan panjang, banyak keringat dan tusukan dari belakang. Jika saja di masa sulitku aku memilih untuk menyerah, maka kalian tidak akan membaca ini, namun sekali lagi, aku punya pilihan lain, saat aku seharusnya menyerah, aku memilih untuk tidak.

Dan tidak menyerah adalah jalan terbaik yang aku punya.

2015.

Entahlah. Mungkin baik, mungkin buruk. Karna keadaan tidak selamanya baik, dan tidak selalu buruk. Yang aku pahami adalah, disaat susah, pilihannya bukanlah menyerah, kenapa? Because we must fight back!!

Thursday, December 18, 2014

Cukupkan kesendirian, aku lelah.

      27 Comments   
Entah sisi mana dalam diri ini yang tampak oleh orang sekitar, yang aku tahu aku kesepian.

Ini menyiksaku, aku seperti sang munafik, menghibur dengan canda tawa, yang mana sebenarnya aku lebih membutuhkannya daripada mereka.

Aku berdiri di satu tempat melihat keramaian, memandang sekitar, bising sekali, melihat pria datang dengan dua gelas minuman ditangan, menghampiri wanita dengan tatapan, "mari kita saling kenal" pria memberikan segelas minumannya kepada si wanita yang tidak nampak haus, namun tetap menerima gelas pemberian dari si pria, mereka berdua tersenyum. Berhasil. Aku? Aku ditengah kebisingan terlarut dalam pandangan nyata ku sendiri, aku melamun, aku terisak, aku menangis, aku diam, bukankah tangisan tanpa air mata adalah sakit?

Kekosongan hati bukan perkara sederhana, menemukan pengisinya juga hal berbeda dan sudah tentu lebih sulit. Lalu kemudian aku bertanya? Apa yang harus kulakukan untuk membantu hati sekaratku? Sayang sekali jawabannya tidaklah mutlak, jawaban itu memicu lagi pertanyaan lain, "sampai kapan?" Karna aku hanya bisa menjawab, "tunggu."

Mengapa aku tidak bisa membawa 2 gelas minuman dan menghampiri seorang wanita? Bukankah aku berani? Atau aku terlalu takut? Tapi takut untuk apa? Apakah aku takut untuk bahagia? Tidak, bukan itu masalahnya. Aku adalah banyak sisi kehidupan, aku bukan hidup untuk diriku sendiri, aku hidup untuk orang tua, adik, kakak, teman, rekan kerja dan mungkin aku juga hidup untuk kesepian.

Lalu setelah semua yang kulakukan untuk orang lain, adakah orang lain yang akan menyelamatkanku? Menemaniku? Mendengar keluhku, kesahku, dan memeluk untuk menghangatkan dinginnya hatiku? Datanglah, temani dan sayang aku.

Untuk tulang rusukku, dari jodohmu. I love you.

Saturday, December 6, 2014

Si pura-pura

      9 Comments   
Berpura-pura itu sakit. Pura-pura ketawa, pura-pura seneng, pura-pura senyum, pura-pura nyaman, pura-pura berdamai dengan keadaan.

Karna berpura-pura adalah bentuk kebohongan untuk menutupi sesuatu yang miris.

Contoh kecil, pura-pura ketawa, kenapa kita pura-pura ketawa? Karna kita ngga ingin ketawa, dan kita menghargai si pelempar jokes, yang mana jokes itu ngga lucu. Kita ngga tega diemin dia gitu aja, makanya kita pura-pura ketawa. Karna kita tau, ngga lucu itu miris.

Pura-pura seneng, menurut gue pura-pura seneng adalah bentuk penolakan, karna kita ga tega untuk menolak suatu pemberian, makanya kita terima dan berpura-pura seneng sama hal itu, yang mana itu kita lakukan karna kita tau, ditolak itu adalah hal yang miris.

Pura-pura senyum adalah tindakan pahit dari sebuah hal pahit, yang mana kita ngga bisa terima hal itu, tapi kita tidak bisa melakukan apa-apa untuk mengubah. Kita semua tahu itu, kita tahu bahwa ketidak berdayaan itu miris.

Pura-pura nyaman adalah kebohongan paling besar, karna kenyamanan itu murni, tidak bisa dibuat-buat. Dimana kalo kita merasa nyaman, itu karna benar nyaman. Dan ketika kita tidak merasa nyaman, itu adalah karna hati kita berkata begitu. Orang yang pura-pura nyaman adalah orang yang tidak bisa menemukan kenyamanan, dan itu miris.

Pura-pura berdamai dengan keadaan, titik terbingung manusia yang mana di titik ini seseorang sudah tidak bisa mendengar lagi kata hatinya, karna termakan sugesti untuk berdamai. Ia sudah tidak bebas berekspresi, tidak bebas marah, tidak mampu untuk mendendam, sementara hatinya luka. Manusia itu boleh marah, manusia itu boleh menangis, manusia itu boleh bersedih, karna hidup tidak melulu tentang tertawa. Dan pura-pura berdamai dengan keadaan itu siksaan karna kita tidak bisa menjadi apa kita sebenarnya, kita hanya menjadi bayang-bayang kedamaian, bukan damai yang hakiki.
Dan gue adalah "si pura-pura". Itu miris.

Tuesday, November 25, 2014

I want you stay with me.

      8 Comments   
I want you stay with me.

Aku tau aku bukan yang kamu mau, tapi aku bisa berubah untuk kamu.

Kamu tau kan ga ada orang yang mau ngulangin kesalahan yang sama? Aku mau. Aku rela bodoh demi kamu.

Kamu tahu aku bisa dapet jutaan kebahagiaan diluar sana tanpa kamu? Enggak, biarkan jutaan itu untuk jutaan orang lain, aku cuma ngejar satu, bahagia sama kamu.

Kemaren aku ke mall, ada selimut harganya dua juta, hangat sekali. Aku ga beli, bukan ga punya uang, yang aku mau hangat pelukmu.

Aku ke toko jam, banyak jam yang bagus, aku ga tertarik, karna aku tidak suka menghitung sudah berapa lama aku menunggu, aku menantimu tanpa pamrih.

Tetaplah bersamaku, kenapa? Karna jika ada ratusan pria menunggu di luar sana, ketahuilah, ribuan malaikat meng-amin-kan doa-doa tentangmu.
Dari aku, penantimu.

Monday, November 24, 2014

Kamu maunya gimana, Cuy?

      16 Comments   
Aku kesepian. Semenjak ga ada kamu, aku kesepian, cuy. Maksudnya bukannya sepi yang kayak tempat angker gitu, sepinya kayak kosong di hati aja gitu.

Aku udah nongkrong, nonton film, main futsal, kemana aja deh, nyoba buat menghibur diri, tapi tetep aja pas malem harus pulang, abis itu tidur, nah pas dikamar, setelah aku matiin lampu, kamu tau ga bayangan siapa yang paling nyata? Iya, cuy. Bayangan kamu.

Hampa banget tau, ah percuma sih aku jelasin ini ke kamu, kamu ga ngerti, tapi gapapa deh, mending aku kasih tau, aku udah capek juga nyimpen ini sendiri, sok kuat selama kita jauh, sok tegar. Padahal kamu tau ga? Itu aku pura-pura doang. Aslinya mah aku rapuh.

Kamu tau kenapa aku sering on twitter? Sering buka path, tanpa posting? Sering buka bbm tapi cuma liat RU? Tau ngga kenapa? Karna aku gatau harus ngapain lagi. Yang sebenernya aku pengen, kamu tau ngga apa? Yang aku pengen itu, buka whatsapp, terus chat kamu.

Tapi kalo aku beneran lakuin itu, sama aja kayak nyakitin diri sendiri. Kita emang udah janji ga akan putus komunikasi, setidaknya ada kabar, entah itu 1 bulan sekali atau 1 tahun, aku juga tau kalo aku chat kamu duluan, kamu bakal bales, tapi aku ngerasa sakit karna kamu chat aku tanpa sedikitpun antusias. Aku kayak ga berharga aja gitu buat kamu. Ga sehat itu. Kalo terlalu sering, aku bisa nganggep diri aku ga berharga beneran.

Kamu, tau ngga sih? Kamu loh yang bikin aku keliatan lemah di mata followers aku, kamu ngga ngerasa ya? Ih, parah. Padahal hampir semua post menye-menye aku, itu tertuju buat kamu. Kamu juga yang bikin aku keliatan ngga konsisten, seringnya bilang udah mau move on, tapi kalo keinget kamu kayak gini lagi aku jadinya.

Sekarang aku harus gimana? Atau kalau pertanyaannya dibalik kamu mau ga? Kamu maunya gimana, cuy?

Sunday, November 9, 2014

Thursday, October 30, 2014

Buat anak nongkrong

      15 Comments   
Anak nongkrong! Gue anak nongkrong banget, hobby banget gue nongkrong berjam-jam sekedar ngopi-ngopi, ngobrol-ngobrol, doing anything you love.

Gue juga mikirnya temen-temen tongkrongan gue solid banget, ga akan bubar, ga akan misah sampe kita jadi bapak-bapak, punya anak, anak kita main bareng, sekolah bareng.

Tapi ga bisa men, satu persatu temen gue sibuk, pergi, hilang, kalo ada yang nongkrong pun itu ga intens, sebisanya aja.

Terus gue merasa mereka berubah, ya gue marah lah, gue aja yang sibuk nyempet-nyempetin buat tetep nongkrong, mereka malah kayak ga ngehargain apa yang udah kita bangun selama ini. Tongkrongan yang solid, yang udah dibikin beberapa tahun.

Sampe akhirnya gue sadar, bukan mereka yang berubah, bukan mereka yang gamau kumpul lagi. Ternyata kehidupan yang berubah, prioritas juga berubah, dulu kita nongkrong setiap hari karna kita hidup untuk hari ini aja, kita ketawa untuk sekarang, kita cerita tentang apa yang terjadi hari ini.

Sekarang, kita makin dewasa, udah sedikit bisa untuk berpikir tentang masa depan, apa yang kita lakukan adalah untuk masa depan, kita kerja, capek, sibuk kayak sekarang ya supaya di masa depan nanti kita tetep bisa ketawa, bukannya menyesali kenapa waktu muda kerjaan kita cuma nongkrong-nongkrong doang.

Sekarang gue sadar, temen tetaplah temen, sering engganya nongkrong itu bukan ukuran, jangan marah kalo temen tongkrongan lu jarang nongkrong, mungkin dia sudah berpikir selangkah lebih maju dari elu.

Kalo kangen, ya kumpul, kalo ga bisa, jangan maksa, sesuatu yang dipaksa itu ngga enak. Gue pikir untuk berteman selamanya adalah dengan cara bersama-sama setiap hari, ternyata bukan. Hanya beri ia pengertian dan mengertilah dia. Itu akan menjaga pertemanan kalian selamanya.

Friday, October 24, 2014

Rumah

      6 Comments   
Aku abis belajar!! Bukan matematika tapi, aku ga pinter kalo matematika. Kamu tau ga aku abis belajar apa? Aku abis belajar ngerelain. Beneran, ini tuh relanya yang level emang beneran rela, bukannya basa-basi bilang rela karna udah nyerah. Bukan.

Dengan merelakan kamu, ngelepas kamu, aku jadi bisa liat kamu terbang bebas, aku bisa liat kamu berkembang, dan aku baru sadar, aku seneng liat kamu seseneng itu, selama ini aku egois ternyata, aku kirain yang bisa bikin kamu seneng aku doang, ternyata ada banyak hal diluar sana yang ga aku tahu.

Cuy, kamu tau banget kan gimana sayangnya aku sama kamu? Akupun tau, kamu sayang sama aku. Tapi kita juga sama-sama tau, kita ga bisa barengan. Pada akhirnya kita hanya menghibur diri, mensugest pikiran kita bahwa masih banyak pilihan yang bisa dipilih selain kita harus bersama.

Kita harusnya bersama, tidak bersama adalah pilihan terakhir.

Terus sekarang aku harus apa? Gatau. Aku gatau. Yang aku tau, aku adalah rumah, sejauh apapun kamu pergi, suatu saat kamu akan pulang, kamu pasti pulang.

Aku nungguin kamu, cuy.

Monday, October 20, 2014

Bagaimana seharusnya perubahan itu

      3 Comments   
Gue pengen banget ngasih tau orang-orang tentang gimana perubahan hidup gue, yang tadinya sampah, terus gue katrol ke atas pelan-pelan. Akhirnya gue bisa keluar dari kubangan kesalahan gue, sumur dosa yang nenggelemin gue dulu.

Gue pengen ngasih tau bahwa selalu ada cara untuk memperbaiki semuanya, meskipun keadaan sekitar lu ngga mendukung. Meskipun elu anak broken home, dimusuhin guru, ga punya temen, semua ada penyelesaiannya.

Gue juga sama men, pernah punya kehidupan yang sama rumitnya sama elu. Elu ga sendiri, mungkin kisah yang gue tulis bisa ngebantu elu, atau kalo ngga ngebantu, setidaknya gue bisa bikin elu ketawa lewat tulisan gue.
Coba deh, 
Martabak Asam Manis, cerita kehidupan yang dibalut komedi, cocok sih buat elu-elu yang punya masalah di sekolah, keluarga, atau mungkin hati. :))

Notes: bisa di dapat di seluruh gramedia di Indonesia, atau toko buku lainnya. Harganya 42.000 btw. :D

Sunday, September 28, 2014

Datang dan pergi

      7 Comments   
Aku ga pernah takut kamu pergi, sebagaimana aku ga pernah takut kamu datang.
Aku gatau segitu bahagianya pas kamu datang, dan aku gatau sebegitu sedihnya aku ditinggal pergi kamu.
Kamu datang begitu terlambat, dan pergi begitu cepat.
Kamu datang membawa sedikit harapan, dan kemudian pergi merampas lebih banyak.
Aku menunggu kembalinya kamu yang tidak datang lagi setelah pergi.
Aku gatau.
Aku gatau cara nahan kamu pergi itu gimana, yang jelas saat kamu datang dan kembali, aku selalu punya cara untuk bahagiain kamu, aku selalu punya.

Saturday, September 27, 2014

Malam minggu kemaren

      7 Comments   
Malam minggu ini aku udah ngga berbalas chat sama kamu.
Malam minggu yang lalu juga ngga sih, aku doang yang chat kamu, kamunya ga bales.
Katanya kamu lagi sama dia ya malem minggu kemaren?

Kata temen aku, cara aku dapetin kamu salah, harusnya tarik ulur, tapi itu ga bisa dipake kalo sama kamu mah. Tarik ulur itu kalo yang ditarik sama diulur peduli, kamu mah apa, aku tarik kamu diem, aku ulur kamu ngejauh.

Capek tau jadi aku, aku udah coba 99 cara buat nge-keep kamu, tapi kamunya gocek mulu. Ya kelepas juga lama-lama.

Tapi aku ga selesai disitu tau, aku masih punya 1 cara lagi. Dan ini ga mungkin gagal.

Cara terakhir aku adalah untuk merelakan. Aku udah relain kamu, cuy! :)

Friday, September 26, 2014

Dan beranikah anda?

      4 Comments   
Dulu gue sama temen-temen gue suka menghayal bareng, jadi orang sukses, terkenal, banyak duit, punya pacar cakep, punya gadget bagus, punya rumah, mobil, punya segala yang di-idam-idamkan.

Makin beranjak dewasa, tiap-tiap dari mimpi itu kayak perlahan menghilang, dunia jadi lebih terasa nyata, kayak ada gap yang berasal dari pikiran kita kalo dunia nyata ga segitu gampang buat dijalanin.

Dan memang mimpi adalah sebuah mimpi jika kita terus memimpikannya tanpa bangun, kerja keras, struggle, jatuh dan berdarah.

Banyak orang yang menyerah akan mimpinya, sebenernya gue ngeliat itu bukan karna dia ga mampu, dia cuma gatau aja jalannya.

Kenapa bisa ada aktor yang aktingnya keren, kenapa bisa ada comedian yang lucu, kenapa bisa ada penulis hebat? Karna mereka semua berani, berani mengambil langkah, berani berjuang, berani berlari mengejar, berani jatuh dan berani berdarah.

Dan beranikah anda?

Sampai ketemu nanti ya, cuy!

      8 Comments   
Kamu. Aku udah relain kamu tau. Beneran. Aku udah ga sirik, kamu sama dia. Abis kamu juga bahagia banget. Berarti kamu memilih orang yang benar. Bagus. Itu baru mantan aku.

Hey putri kecil, sekarang kamu udah punya ksatria pelindung, tugas aku yang kemarin udah ada yang gantiin. Aku bebas tugas sekarang.

Yaudah, kamu baik-baik sama dia, aku mau berkelana lagi, mencari ke hutan terjauh, ke air terdalam, ke puncak tertinggi, aku mau cari seseorang lagi buat aku lindungin, buat aku sayangin, buat aku bikinin puisi, buat aku perjuangin sekeras yang aku mampu.

Sementara aku berjalan, kini waktu adalah sahabatku, ia yang perlahan membasuh luka yang pernah kamu buat, yang perlahan menghapus ingatan pahit, yang menyadarkan bahwa aku memang bukan ditakdirkan bersama pendua.

Senja selalu indah saat bersamamu, siang selalu hangat, bahkan jika aku menghabiskan malam denganmu, bintang selalu berkedip genit kepadamu. Aku pikir aku udah dapet yang sempurna, namun lagi, kamu bikin itu semua jadi semu.

Kamu, kalo suatu hari kita ketemu lagi, aku yakin kita punya banyak cerita hebat tentang masa ini, cerita kamu tentang aku, cerita aku tentang kamu dan.. Yaa.. cerita kamu tentang dia..

Suatu hari kita pasti akan ketemu lagi dan bercerita tentang itu. Maka, biarkan aku sekarang pergi, untuk mulai membuat cerita yang hebat juga dengan seseorang yang baik. Biarkan aku jauh, agar penaku menulis kisah yang luar biasa juga, supaya di kemudian kelak, saat kamu menceritakan hidupmu bersama dia, aku tidak hanya terpaku, melainkan tersenyum dan balik menceritakan kisah yang sama hebat.

Sampai jumpa, kamu. Sampai ketemu nanti ya, cuy. :)

Sunday, September 14, 2014

Mana ceritamu?

Masa sih kamu bingung harus cerita apa? Kamu bisa cerita tentang semua hal menarik dalam hidup kamu dan kamu bingung harus cerita apa?

Tunggu-tunggu, kayaknya kamu cuma bingung deh mau mulai darimana? Ya kan?

Dari sekian banyak temen kamu yang kocak, segitu banyak cewek cantik yang kamu suka, kelakuan keluarga kamu yang aneh-aneh, guru, dosen? Ga ada yang bisa diceritain. Aku ga percaya!

Mungkin yang harus kamu lakuin sekarang adalah ngambil kertas sama pulpen, atau nyalain laptop, note book, komputer. Dan mulai kamu tuangkan apa yang kamu pengen orang lain tau tentang serunya dunia kamu.

Karna hidup terlalu indah jika hanya untuk dilewatkan begitu saja. Ini cerita ku,
Mana ceritamu?

Saturday, September 13, 2014

Coretan perpisahan

Kamu bikin aku galau mulu, lama-lama juga bisa kali aku ninggal kamu. Kita temenan biasa aja. Daripada aku ga sehat.

Kemaren-maren kan aku udah berusaha tuh sayang kamu sepenuhnya, tapi kamu gamau disayang-sayang kalo sama aku, maunya sama yang lain. Yaudah, cari aja deh si-yang-lain itu sampe ketemu, semoga sayangnya dia setulus aku.

Aku pikir kemaren kamu bintang aku, aku kejar mati-matian, ternyata ga dapet. Yaudah, bintang ga cuma satu.

Aku pikir kamu malam aku, ternyata aku ga selalu butuh malam. Kadang aku mau pagi. Supaya bisa jogging.

Aku pikir kamu dunia aku. Ternyata dunia aku ga sekecil itu. Banyak diluar sana orang yang mau menikmati dunianya bersama ku, banyak yang mau baca tulisan aku, banyak yang denger stand up aku, banyak yang mau liat acting aku.

Kalo kemaren kamu ratu, yaudah, tetaplah menjadi ratu yang cantik, aku ga benci kamu, aku cuma mau pindah kerajaan.

Meskipun kamu kryptonite, itu ga berpengaruh buat aku, itu ga bikin aku lemah, tau kenapa? Se-simple karna aku bukan superman.

Didepan aku ada pecahan jalan, terserah aku mau ambil yang kanan atau kiri, yang jelas aku ga akan muter balik. Aku udah pernah lewatin jalan yang dibelakang, aku mau tau didepan kayak apa.

Kamu, kita pisah disini yaa. Mari jalani takdir kita masing-masing. Aku nunggu didepan, cuy.

Friday, September 12, 2014

Kembalinya bintang

      5 Comments   
Aku ga akan mengenang kamu sebagai pemberi luka kok, meskipun memang itu kenyataannya.

Aku selalu maafin kesalahan kamu yang ngga kamu sadarin.

Namanya bintang, kalo udah jatoh juga tetep bintang. Kamu bintang aku. Tapi udah jatoh. Ya tetep bintang. Bedanya sekarang kamu ga keliatan kayak dulu.

Dulu setiap malem aku liat kamu, damai. Kamu bagus, indah, kamu cantik.

Aku ga pernah tau apa yang bikin sebuah bintang yang anggun bisa jatuh, yang aku tau kalo bintang jatuh, kita buat permintaan.

Kamu tau apa permintaan aku, katanya sih permintaannya ga boleh dikasih tau orang lain, tapi aku mau tetep kasih tau supaya banyak yang bilang amin.

Aku minta kamu naik lagi, ada di langit malam aku lagi, nemenin sepi aku lagi, aku minta kepada bintang jatuh untuk tidak lagi jatuh.

Kembalilah bintangku, kamu balik lagi ya, cuy? Temenin aku.

Thursday, September 11, 2014

Lalu pada siapa?

Kamu tau hal yang paling bikin aku takut? Bukan pocong. Iya sih, takut pocong, tapi bukan itu yang paling aku takutin.

Ada banyak hal yang emang aku takutin di dunia ini, tapi yang paling bikin aku takut adalah kamu ngejauhin aku.

Aku suka selama ini kita bercanda, aku suka selama ini kita sms-an, aku suka mata kamu, senyum kamu, aku suka kamu pokoknya.

Kalo kamu senyum ke aku, rasanya udah ga ada hal yang paling menarik lagi buat diliat, selain sudut bibir kamu. Kalo kamu lagi liat aku, rasanya kayak aku udah diperhatiin sama semuanya. Kalo kamu sms aku, itu aku seneng kayak baca ijazah yang ada tulisan lulusnya. Kamu, kamu itu dunia aku.

Aku seneng kamu ada, aku suka kamu ngisi hari-hari aku, kamu itu kebahagiaan.

Yang aku gatau adalah, ternyata kamu juga kekecewaan terbesar. Ternyata kamu adalah orang yang bikin ketakutan terbesar aku jadi kenyataan. Kamu orang yang ngejauhin aku. Kamu orangnya.

Dalam satu senyuman kamu bisa bikin hari-hari aku berwarna, dalam satu gerakan juga kamu bisa bikin itu abu-abu lagi.

Kamu ngejauhin aku seakan-akan kemaren-maren kita ngga pernah ngerasain apa-apa. Dan menurut aku itu curang.

Aku udah nunggu kamu disini merentangkan pelukan buat kamu tapi ngga kamu sambut.

Kamu orangnya. Kamu yang bikin aku jatuh cinta, hingga kamu meninggalkannya lagi. Lalu pada siapa cinta ini meminta pertanggung jawaban?

Dan seharusnya itu adalah kamu. Tapi keadaan memaksa untuk bukan.

Kamu cuy. Kamu banget.

Monday, September 8, 2014

Tentang janji matahari pada embun

Jangan khawatir akan tibanya malam, jangan juga takut akan perginya senja. Mereka memang sudah diatur bergantian sesuai dengan porsinya.

Aku ga pernah takut malam akan selamanya, karna aku percaya tentang janji matahari. Ia akan selalu datang kala pagi.

Suka deh kalo pagi-pagi gitu, udaranya bagus, biasanya diujung daun suka ada embun gitu, pelan-pelan banget dia jatuh ke tanah. Kerjaan aku kalo pagi emang ngeliatin embun itu. Tapi kalo dipegang, dia pecah. Kayaknya dia ga suka sama tangan manusia.

Kamu percaya ga aku selalu sabar nunggu embun-embun itu menitik jatuh? Kamu percaya ga aku juga sabar nunggu kamu?

Kadang aku suka jenuh gitu, nungguin kamu, capek, lama, ga dilirik, ga ada hasilnya. Pengen mati aku kalo perasaan itu dateng. Tapi sekali lagi, malam ga akan selamanya, matahari pasti dateng, beserta embunnya.

Aku bisa aja ninggal embun itu pergi, tapi ngga aku lakuin, aku gamau kehilangan momennya. Aku juga bisa aja ninggalin kamu, karna bahkan aku ga punya kewajiban untuk terus sayang sama kamu. Tapi kamu percaya aku bakal ninggal kamu? Aku sih ngga. Kenapa? Aku balik nanya deh.

Kenapa aku bisa sebegini dalam menyayangi seseorang? Dan kenapa harus kamu?

Sini kamu ngedeket, biar aku jelasin. Karna kamu adalah murni embun yang bersih, tanpa tau akan kemana, sementara aku adalah orang yang selalu memperhatikan jatuhnya embun.

Aku ngga akan ngambil kamu saat kamu masih di dedaunan, karna itu hanya akan memecah kamu, sebaliknya aku bakal siap saat kamu akan jatuh. Karna aku adalah penangkap embun. 

Aku sayang kamu, cuy. :)

Sunday, September 7, 2014

Romeo and Nyi Roro Kidul

Hehe aku seneng doa aku ga sia-sia. Kamu lagi liat kearah aku. Emang sih kamu masih labil, entar nengok ke aku, entar nengok ke arah yang lain lagi. Tapi setidaknya kamu mau liat ke arah sini, itu udah nyenengin aku banget tau.

Pas kamu liat kearah aku, aku rasa-rasanya mau ngumpet tau, aku malu abisnya, takut banyak kekurangan. Sampe akhirnya aku sadar, mungkin yaa, mungkin banget, kalo kamu emang sebenernya suka sama aku. Aku kan lucu, aku menyenangkan, kamu juga sering bilang itu, nah, mungkin pas kamu liat aku, karna malunya aku itu, sifat-sifat aku yang kamu suka, ketutup, aku terlalu sibuk nyembunyiin diri aku, sampe lupa jadi diri sendiri.

Sekarang aku gamau ngulangin itu lagi, aku bakal jadi aku apa adanya, tanpa nutupin apa-apa dari kamu. Dengan begitu kan jelas, aku udah jadi diri sendiri, ga pake topeng apa-apa, kalo kamu suka, ya kita bisa jalan bareng terus. Tapi kalo kamu ga terima aku yang apa adanya, yaudah, aku jalan sendiri ke depan.

Oiya, aku abis dari pantai, ngitung pasir, aku mau tau ada berapa butir pasir di pantai itu. Tapi baru ngitung sampe 10 aku udah pusing. Susah ternyata ngitungnya. Dan itu bikin aku sadar, ada beberapa-beberapa hal di dunia ini yang kita ga perlu tau semua detailnya, cukup nikmatin dan tau aja kalo itu tuh emang ada. Iya, kayak sesuatu yang lagi kita rasain, aku berusaha nebak-nebak, ini tuh apa ya diantara aku sama kamu. Dan jawabannya adalah itu tadi, kita ga perlu tau semua detailnya, cukup nikmatin aja dan tau kalo diantara kita emang ada sesuatu.

Lagi dipantai tadi juga aku liat banyak bukit, itu ngalihin perhatian aku banget yang lagi nikmatin bagusnya pantai di Lombok. Abis itu aku coba ganti sudut pandangnya, eh malah jadi bagus, bukitnya keliatan cuma dikit, dan laut birunya jelas banget keliatan sampe ujungnya bersentuhan sama awan. Itu juga bikin aku sadar, kamu adalah laut yang cantik beserta semua mutiara didalamnya. Dan selama aku perjuangin kamu selama ini, ada aja bukit-bukit yang juga emang indah diliatnya dan kadang bikin aku lupa sama tujuan aku. Padahal kalo aku tetep mau liat laut, ya aku geser aja supaya bukitnya ga keliatan. Ternyata ini semua hanya tentang cara pandang.

Aku sadar kok, laut ga selalu cantik, kadang dia bisa jadi penghancur juga, titanic yang sebegitu tangguh aja bisa dikaramin, apalagi aku yang sebegini rapuh. Tapi kamu tau? Sebesar apapun gelombang, sekencang apapun angin, sedashyat apapun badai, sebuas apapun ikan hiu yang ada di laut, aku ga akan nyerah. Aku akan tetap disitu sampe lautnya kembali tenang.

Ini bukan kisah nyi roro kidul ya, bukan romeo dan juliet juga. Ini cuma tentang aku sama kamu. Akhirnya bakal seseram nyiroro kidul ga? Atau sepahit romeo and juliet ga? Gatau. Tapi apapun, kalo sama kamu, aku berani ngadepinnya.

Kamu sama aku terus ya. :))

Wednesday, September 3, 2014

Aku, Kamu dan Malam beserta Anginnya

Kerjaan aku kalo malam merenung mulu tau, mikirin tentang teka-teki malam.
Adakah diselanya kamu juga mikirin aku? Atau aku sendiri disini mikirin kamu? Kayaknya aku udah tau deh jawabannya, aku sendiri mikirin kamu. Tapi rasanya ga rela kalo harus jujur sama diri sendiri tentang hal itu.

Kamu tau ga? Aku juga punya mimpi, sama kayak kamu. Emang mimpinya beda, aku mau barengan sama kamu, tapi kamu berharap penuh sama dia. Seneng deh, kita sama-sama ngarep. Kata orang kalo sama kan artinya jodoh. Hehe seneng aku dengerin kata orang.

Eh, aku masih ga ngerti deh, apa yang bikin kamu tetep ngacuhin aku, padahal kita tahu sama tahu, perihnya setiap detik pengharapan. Udahlah, kamu ga usah ngarep ke dia. Kamu nengok belakang aja, ada aku disitu.

Tapi kalo dipikir-pikir, aku juga kayak gitu, ngapain aku ngarepin kamu yang jelas-jelas ga nunggu aku? Ini emang ga logis, aku pikir kamu bodoh, eh ternyata pas ngaca, aku juga bodoh. Hehe. Kita kayak cerminan kebodohan ya. Sayangnya aku menghadap sini, kamu menghadap kesana. Kita emang beda.

Selesai malam, biasanya pagi bersambut, aku pikir cuma sampe situ aja, ternyata pedihnya merembet kemana-mana, siang, sore, dan kamu menaruh pedih itu disetiap bilangan waktu.

Aku emang sakit, tapi ini tuh parah, ga bisa diapa-apain. Ke dokter juga ga sembuh.

Tadinya aku pikir lagu-lagu tentang yang pengen hilang ingatan, biar bisa lupain seseorang itu dilebih-lebihin, aku baru nyadar sekarang, emang itu rasanya. Ini tenggorokan aku sakit. Abis nyanyiin lagu itu sampe tereak-tereak. Agak lega sedikit sih, karna tau suara hati aku itu dibawa pergi jauh sama angin. Entah kemana perginya, tapi sampe sekarang, cuma itu yang bisa aku lakuin, memasrahkan diri. Terserah pada angin, hal terbebas yang ngga mentingin utara, selatan, ga peduli timur atau barat. Ia bergerak semaunya. Sepasrahnya. Sepasrah saya. Aku.

Tuesday, September 2, 2014

Setetes air di tanah basah

Hey kamu! Jangan remehin aku. Aku ini pejuang, dengan kamu nyuekin aku, bukan berarti aku nyerah.
Emang sih aku gampang nyerah orangnya, tapi bukan tentang kamu.
Sering aku patah arang dalam segala hal yang sulit dicapai, dan nyerah di tengah jalan. Tapi buat kamu, aku rela ngos-ngosan. Emang kadang-kadang sih cape, tapi aku bisa berhenti sebentar. Minum es, abis itu aku lari lagi ngejar kamu.
Tapi kamunya kayak lagi main petak jongkok sih sama aku. Makin aku kejar, makin kamu lari.
Padahal aku ngarepnya kita tuh marathonan, jadi aku lari dari sini, pas udah sampe, kamu sambut, dan bawa sesuatu yang kita perjuangkan itu sampe garis finish. Inimah aku doang yang berjuang. Tapi gapapa, karna dari awal aku udah bilang, aku adalah pejuang.
Aku percaya sama kutipan, "selama ada kemauan, pasti ada jalan." Tapi perjalanan aku ngejar kamu mentok mulu. Sekali lagi, gapapa, aku akan cari jalan lain. Aku ini pejuang tangguh.
Mungkin kamunya juga yang emang udah nutup pintu hati kamu, ya gapapa sih, aku bisa masuk lewat jendela. Pokoknya kalo emang ada kesempatan sekecil apapun, aku akan berusaha.
Etapi kok terkesan maksa ya? Padahal engga. Aku tulus lho, cuma, emang akunya aja ga pinter ngutarain itu semua.
Makanya kamu bantuin aku dong. Bantu ngertiin dikit aja.
Posisi aku emang lagi gaenak nih sekarang, kamunya ibarat tanah kering, akunya kayak tetesan air di botol minum anak tk, yang jatoh cuma setetes. Tapi aku percaya, tetesan itu akan meresap pada saatnya nanti. Ya aku mah bismillah aja. :))

Monday, September 1, 2014

Sebelum Tidur

Aku bentol-bentol abis dari sarang nyamuk, aku ngomong baik-baik sama mereka, aku bilang ke mereka, mereka ga boleh gigit kamu. Kalo emang pengen darah, dateng aja ke PMI.

Aku juga kedinginan, abis dari ujung dunia tempat pertama kali angin bertiup, aku kasih tau anginnya, aku bisikin, kalo kamu lagi tidur, anginnya ga boleh terlalu kenceng. Nanti kamu kedinginan.

Aku juga capek, abis dari rumah Neil Armstrong, aku bilang ke dia, kalo dia ke bulan lagi, aku titip salam ya. Tolong kasih tau bulannya, kalo kamu lagi tidur, please banget, sinarnya agak terangin dikit, supaya malam kamunya gak terlalu gelap.

Aku juga abis ngelipet sajadah nih, abis berdoa sama Tuhan, semoga kita bisa dipersatukan. Selamat tidur kamu. :*

Sunday, August 10, 2014

Konspirasi

      19 Comments   
Kamu lagi apa? :)

Lagi nonton.

Udah makan? :D

Udah.

Kamu lagi males sms-an ya?

Ngga.

Kok balesnya pendek-pendek?

Apaan sih, sensi banget.

Oh.

Dih, kenapa sih lo? Udah males? Bilang!!

Ngga, maaf.

Udah lah, capek gue sama lo!

Maaf.

Maaf doang lo bisanya, muak gue.

Terus mau kamu gimana?

Loh kok nanya gue? Elo mau putus, yaudah. Jangan hubungin gue lagi.

                      ************
*kenapa ya dia berubah? Jangan-jangan dia power rangers. Ah ga mungkin. Ultraman? Huss. Ngaco. Mungkin dia lagi jenuh. Yaudah, gue akan kasih dia waktu dulu. Mungkin dengan rehat baru kerasa, kalo sebenernya kita saling membutuhkan. Lagian gue juga punya sahabat, waktu gue ngga melulu harus gue habisin sama dia. Serunya juga sahabat gue bisa jadi tempat buat gue cerita. Kalo gue ada masalah apa-apa sama dia, pasti gue cerita ke sahabat gue. Terimakasih Roy, udah mau jadi sahabat yang baik.*

*eh, Roy, aku udah putus sama dia. Abis gitu, monoton banget dia orangnya, ya aku bosen lah. Dia beda banget sama kamu, kamu tuh ngerti aku banget, kamu juga dateng di waktu yang pas, saat aku renggang sama dia, kamu masuk. Dan hebatnya kamu bisa bikin aku nyaman. Makasih ya, Roy. ({}).*

Friday, August 8, 2014

Jangan dibaca ya, nanti sedih. :')

      113 Comments   
Kadang doa aku ga masuk akal, masa aku minta sama Tuhan supaya dibikin ganteng kayak Taylor Lautner. Kamu tau ga kenapa? Supaya kamu mau deket-deket sama aku doang. Supaya aku bisa jagain kamu.

Kadang kalo aku sms kamu, ga dibales, aku bingung, aku khawatir, soalnya aku ga tenang kalo gatau kabar kamu, baik-baik aja atau engga.

Terus nanti kamu bales sms aku, udah 2 hari kemudian, kamu bilang, "ga punya pulsa, hehe" terus aku seneng. gampang ya bikin aku seneng? Cuma lewat sms doang.

Oiya, kamu juga suka ngilang, kayak pulpen. Pulpen aku suka ilang loh, biasanya aku beli di warung, 3000. Baru sehari dipake, eh udah ilang. Kamu jangan kayak pulpen dong. Kayak guling aja, soalnya guling aku setia banget, tiap malem aku pelukin. Mau aku udah mandi kek, belom mandi, dia mau-mau aja nemenin aku.

Kamu.. Kamu tau ga sih? Aku tuh sayaaaang banget deh sama kamu.

Pasti kamu tau ya? Tapi kamunya ga sayang kan? Aku tau kok, gapapa.

Eh, kamu jangan baca tulisan ini, nanti kamu sedih, aku gamau liat kamu sedih. Kalo aku yang sedih sih gapapa deh. Tapi kalo kamu jangan, soalnya bakal percuma aku selama ini sekuat tenaga jagain kamu, bikin kamu seneng.

Gapapa, kamu nikmatin hidup kamu aja, lagian denger-denger, kamu punya pacar baru ya? Wah, selamat yaa. Semoga pacar kamu yang baru bisa bikin kamu bahagia, lebih dari yang aku bisa lakuin selama ini.

Oiya, kalo dia nyakitin kamu, bikin kamu nangis, kamu cerita ya ke aku, kalo ga ada pulsa, kamu email aku aja, kalo engg a, pinjem hape mamah kamu, nanti aku dateng, kalo engga aku telfon kamu supaya kamu bisa cerita. Tapi enakan dateng, jadi kamu ceritanya bisa panjang lebar, sambil nangis gitu. Terus kamu boleh pinjem bahu aku. Abis itu kamu pukul-pukul aku, dan bilang cowok itu jahat, kamu gamau lagi kenal sama dia.

Sampe besok paginya, kamu sms aku, bilang makasih ke aku karna aku udah mau jadi tempat curhat kamu. Dan kamu bilang sekarang kamu udah baikan sama dia. Kamu udah maafin dia karna dia janji ga akan ngulangin kesalahannya lagi.

Aku gapapa selama ini kejadian itu terjadi berulang-ulang. Aku udah hapal. Sakit sih buat aku tau kamu disakitin, tapi kamu tau apa yang bikin aku seneng? Aku seneng karna kamu punya aku buat tempat kamu cerita. Buat tempat kamu sedih-sedihan. Pokoknya semua ini tentang kamu.

Aku inget, waktu itu kamu pernah nanya, aku kapan punya pacar? Aku bilang, nanti kalo kita udah jadian. Aku selalu jujur sama kamu, aku gamau bohongin kamu. Waktu itu kamu ketawa-tawa, bilang aku lucu. Kamu bilang, kita tuh udah deket banget kayak adik-kakak, ga mungkin jadian. Ya aku gapapa kalo kamu maunya gitu. Aku ga punya kekuatan buat maksa kamu.

Aduh, aku nangis nih, maaf ya. Maaf aku terlalu sering mikirin kamu, untung kamu gatau, kalo kamu tau kamu pasti risih banget. Kamu kan ga suka sama cowok lebay, aku lebay banget, aku mikirin kamu setiap ada kesempatan.

Oiya, kalo aku lagi kangen kamu, tapi kamunya gamau ditemuin, aku suka ke danau, aku mainin rumput disana, aku lempar-lempar batu, aku main tiup-tiupan sama angin. Mereka selalu nerima aku. Di danau itu, mungkin juga ada beberapa titik air mata aku yang jatuh. Tetesan air mata yang begitu banyak membawa cerita yang tak pernah terungkap. Dan semua itu tentang kamu.

Kamu.. Aku inget loh sms terakhir kamu, kamu bilang aku jangan deketin kamu dulu, soalnya pacar kamu yang sekarang ga suka sama aku. Terus kamu nurutin dia.

Yaudah, aku cuma bisa nunggu. Mungkin suatu saat kamu bakal nyari aku lagi kalo udah putus sama dia, ya mungkin juga engga. Tapi pokoknya aku mau nunggu, misalnya itu sebulan lagi, aku tungguin, setahun lagi, aku tungguin, misalnya lima tahun lagi juga aku tungguin kok. Karna di hati aku, aku udah siapin ruangan yang khusus buat kamu, ruangan itu selalu aku hiasi dengan do'a, sehingga meski kamu ga akan mampir kesitu, setidaknya Tuhan tahu, akulah orang paling tulus yang mencintaimu.

Sunday, March 30, 2014

Suratan Untuk Hakim yang Tidak Adil.

      5 Comments   
Ada seorang hakim, namanya Dunia. Keputusannya dianggap tidak sesuai oleh pengacara, "Pak Dunia, saya keberatan, keputusan bapak tidak adil." Lalu hakim menjawab, "kadang Dunia memang tak adil."

Lucu kan? Ciyeee.

Tuesday, February 4, 2014

Wednesday, January 29, 2014

Sajak 8

      7 Comments   
Entah bagaimana aku harus memulai, entah bagaimana caranya mendeskripsikan perasaan ini.

Terlalu indah jika untuk disimpan sendiri, juga terlalu ramai jika semua orang harus tahu akan ini.

Senang, tidak cukup, bahagia, juga belum mampu untuk menggambarkannya.

Aku melihat diriku, orang lainpun begitu, aku tersenyum, mereka tertawa. Aku merasakannya namun tak dapat ku mencari kata.

Terimakasih.

Aku berterimakasih atas apresiasi yang kalian berikan, untuk ku, itulah bayaran tertinggi yang aku dapatkan. Tidak ada yang melebihi itu.

Terimakasih kawan telah menonton film comic delapan. Tulisan dan ucapan terimakasih ini aku persembahkan untuk kalian.

Maaf, hanya itu balasanku atas bayaran tertinggi kalian. Aku tak mampu menyetarakan apapun untuk apresiasi yang kalian berikan. Hanya terimakasih yang tertulus dari hati.

Makasih yaa. :))

#comic8


Tuesday, January 28, 2014

Wednesday, January 15, 2014

Dasar, Pelupa!

      17 Comments   
Semalem gue abis openmic, eh ngebomb! Hahaha. Oiya, buat yang belom tau, ngebomb itu istilah kalo lagi standup terus bit kita banyak yang ngga kena.

Jadi semalem gue berangkat ketempat openmic, ga niat buat openmic sih, cuma mau nonton aja. Emang akhir2 ini gue agak jarang openmic, tau kenapa? Karna sibuk daaan.. Takut ngebomb! :p

Dulu gue tuh sering banget ngebomb, ga lucu itu makanan sehari-hari gue, tapi gue ga pernah berhenti standup. Menurut gue itu yang bikin gue jadi kayak sekarang. Jadi lucu.

Nah, semenjak gue lucu, apalagi punya gelar grand finalist stand up comedy Indonesia season 3, gue jadi takut ngebomb di openmic, gue takut ada yang nonton, pas gue lagi ga lucu, terus beranggapan bahwa "Ah, Fico udah ga lucu lagi." Takut gue. Tadinya.

Tapi semalem gue dateng ke tempat openmic dan liat wajah polos anak-anak yang baru nyobain stand up, baru beberapa kali openmic, mereka ceria banget, meskipun bitnya jarang yang berhasil, tapi mereka seneng ada di panggung openmic itu, ketawa sendiri tau bahwa bitnya ga lucu, asik sendiri ngoceh ngga didengerin. Dan ternyata, ternyata gue kangen momentnya. Gue kangen moment itu.

Belakangan ini setiap gue mau openmic, biasanya gue takut, makanya gue ngetweet dulu kalo mau openmic, jadi followers gue pada dateng, dan mungkin karna mereka udah terlanjur suka sama gue, makanya gue ngomong apa juga mereka ketawa.

Tadi malem tuh penontonnya ga terlalu rame, karna gue ngga ngetweet sebelumnya, terus gue mikir, ini kayaknya momentnya pas banget nih buat gue openmic lagi, buat pembuktian sebenernya materi gue itu lucu atau engga. Dan ternyata ngga lucu. -_-

Gapapa sih. Di openmic itu emang ga ada kewajiban buat lucu, yang wajib diopenmic itu materi yang siap, lucu ngganya, urusan belakangan, beda sama ngejob, pokoknya kalo ngejob, karna elu dibayar, mau ga mau harus keluarin materi yang lucu.

Ini gue ngomong apaan sih? Lompat2an banget. Bodo yaa.

Pokoknya pointnya adalah, gue nyadar, gue bisa terbentuk jadi comic yang bagus itu karna banyak latihan, banyak openmic, akhir2 ini gue agak jarang latihan, jarang nulis materi baru juga, kalopun nulis juga sekedarnya aja.

Nah, kejadian gue ngebomb semalem itu, ngebuat gue punya tekad, tekad kayak di awal gue standup dulu, gue mau have fun. Gue mau nikmatin panggungnya, momentnya, saat-saat ga lucunya, saat-saat gue liat wajah ketawa orang-orang.

Itu yang hampir gue lupakan, gue ga punya tujuan lain di stand up selain itu. Beban gue jadi juara 2 di suci bikin gue lupa akan itu, sekarang gue mau lupain gelar itu biar gue bisa kayak dulu, biar gue bisa ngerasa panggung itu jadi tempat yang sakral lagi, biar gue bisa berteman dengan mic lagi, biar gue bisa menghargai penonton lagi.

Dan mungkin 1 hal, gue terlalu banyak dipuji sehingga gue ngerasa ga perlu belajar lagi, ternyata gue salah, salah besar. Belajar itu ya terus. Sampe kapan? Sampe mati! :))

Monday, January 13, 2014

Gini-gini aja

      12 Comments   
Tampilan blog gue, gini-gini aja ya. Sebenernya gue ga masalah sama tampilannya, gue sih mentingin kontennya, tapi gue mikir, kalo tampilannya lebih menarik, pasti bakal lebih banyak yang sering mampir. Nanti lah ya gue kursus web design. Sekarang mah udah ngantuk.

Wednesday, January 8, 2014

Tiga Serangkai

      8 Comments   
Kenal Arie Kriting? Babe Cabiita kenal dong? Mereka adalah 2 orang penting buat karier gue. Mungkin waktu di kompetisi kita terlihat bersaing, sebenarnya tidak. Percaya atau tidak, kita saling mendukung satu sama lain. Setidaknya itu yang gue rasakan, dan gue rasa mereka pasti merasakan hal yang sama.

Kompetisi berlalu, Babe keluar sebagai juaranya, isn't problem for me, buat Arie juga bukan masalah.

Usai kompetisi, kehidupan yang sebenarnya berlanjut, justru disinilah pembuktian sebenarnya siapa yang mampu tetap exist. Dan mereka berdua adalah alasan kenapa gue akan terus berkarya.

Arie Kriting, he one of the best. Dia dewasa, bijaksana, mungkin itu faktor usia. Haha. Ada rasa nyaman saat bersama dia, merasa diayomi, dibimbing, dia adalah guru dan sahabat yang baik. Gue banyak belajar dan bertanya sama dia.

Babe Cabiita, kenapa dia jadi motivasi gue buat terus bikin materi? Karna gue ngga mau jauh ketinggalan dari dia. Dia adalah tolak ukur gue. Tanpa dia sadari, dia adalah motivasi buat gue.

Gue ngga pernah ngomong gini ke mereka, malu. Haha. Biar tulisan ini aja yang menggambarkan gimana mereka dimata gue.

Ini sebabnya gue suka nulis, bebas berekspresi, bisa dipikirin dulu apa yang mau ditulis, beda dengan kata-kata, kita ngga bisa narik kembali kata yang udah terucap, sementara, dengan tulisan, misalkan ada yang salah, masih bisa dihapus dan diedit. Bukan, gue bukan ngajarin kalian ga boleh ngomong, boleh. Gue cuma mau berbagi tentang indahnya menulis buat gue. :)

Oiya, Arie, Babe. Terimakasih kawan sudah menjadi teman yang baik. Mari sukses bersama. :)

Thursday, January 2, 2014

Copyright © Fico Belajar Cool is designed by Fahri Prahira